LEBARAN SUATU KETIKAEmpat Tahun sudah Simumu Berada di Jakarta ini, dan Lima kali sudah Iedul Fitridia lalui, berikut kisah-kisah di sekitar harilebaran itu .Lebaran Tahun Pertama 1997" Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuhu !!! " Khotib menutup kotbahnya,segera setelah itu orang –orang berdiri beranjakdari tempat duduk-nya, mereka saling bersalaman satu sama lain, saling berucapselamat, senyum-senyum tertawa-tawa, Ibu-ibu danterutama wanita saling berpeluk cium. Seorang lelaki kurus duduk bengong melihatkejadian itu, simumu orang itu, sesekali masihmenerima uluran tangan dari orang disekitarnya. Dia ingin berbuat seperti apayang orang lain perbuat, tetapi kepada siapa ? Kepadasiapa harus mengucapkan rasa maaf sedangkan waktu 2 minggu tidaklah cukupmengenal dosa-dosa orang yang ada di sekitanya. Haruskahdia memberikan maaf kepada orang yang tidak pernah berbuat salah sebelumnya ataukah dia harus meminta maaf atas kesalahan yangbelum dia kerjakan.Diapun beranjak bangkit dari tempat duduknya, membiarkan mereka menikmati apayang mereka rayakan. Dengan jalan setengah gontai diapergi ke… ( ke.. ? ) akhirnya tempat yang di tuju stasiun Juanda untukkemudian naik KRL pergi ke stasiun Bogor. ( ke satasiunaja ) untuk kemudian kembali lagi ke arah kota dan pulang ketika sore hari tiba.Lebaran Tahun ke Dua 1998Tiba-tiba seorang penjaga menggoyang tubuh simumu " Bangun-bangun, Sholat-sholat!!" katanya setengah kasar ke pada Si Mumu, sambilmenggosok-gosok kedua bola mata, " Dimana ini ? " kemudian tersadarlah dia bahwatempat yang sekarang ini adalah di serambi selatanMesjid Istiqlal. Hari ini hari jum'at.Dia teringat juga setelah sholat Iiedul Fitri tadi pagi, hujan deras mengguyurMesjid Istiqlal (barangkali juga kota Jakarta ). Simumu bingung mau kemana, ke kost, untuk apa ? hari ini anak-anak Ibu kost yangjumlahnya seabrek datang bersama anak cucu-nya, kalausi mumu ke sana mau memulangi siapa ? apalagi hujan-hujan begini. Mau ke rumahsaudara ? pulang kampung tuh ! justru si mumu yang disuruh njagain. Mau ke rumah teman ? biarlah mereka lebih dulu menikmati hariraya lebaran bersama keluarganya dulu tanpa harus diganggu oleh pihak luar.Barangkali memang tidur di Istiqlal seharian merupakan sebuah pilihan yangterbaik sekaligus yang tertolol.Lebaran Tahun Ketiga 1999" Allahu Akbar Allahu Akbar !! " corong suara di masjid sebelah mengetuk kendangpendengaran simumu. Jam 3 lebih 5 menit. Loh sholatasar sekarang ? buru-buru simumu bangun dan bergegas ke kamar mandi.Grreeek…. Pintu dibukanya, kaget, malu tak terkira, tatapan matagadis-gadis cantik cucu-cucu Ibu kost yang berkumpul di ruangtamu depan kamar kosku, memandang mengamati orang asing dihadapan mereka seakanhendak menelanjangi dan mempermalukannya. Buru-buruditutup kembali pintu itu. Beginilah kalo sebatang kara di Jakarta.Sambil duduk tercenung menahan rasa kantuk, lapar dan lelah hasil dari kelilingJakarta tadi malam untuk Takbiran (takbiran ? waallahua’lam ), naik motor ( motor dinas lagi ) dari Monas, Grogol,Kalideres, Kebayoran Lama-Bintaro, Lebak Bulus, Blok MCawang, Tanjung Priok Ancol, berakhir di Tempat Kost Komplek Listrik Kemayoran.Tetapi rasa ingin kencing dan kewajiban belum sholat dhuhur dan asar memaksasimumu menenangkan diri untuk tetap keluar melewatigadis-gadis cantik ini. Sambil merapikan diri, walaupun bagaimanapun juga rambutgondrongnya susah untuk di rapikannya.Lebaran Tahun Keempat 2000 awal" Besok, saya mau sholat ied di Istiqlal, boleh nggak suster !!" kata si mumupada seorang perawat di Rumah Sakit di Semanggi.Perawat itu mengenakan jilbab berwarna abu-abu seragam Rumah Sakit mengganticairan infus yang sebentar lagi akan mengering." Nggak Boleh ! khan masih sakit ! " jawab Suster itu sambil memegang tangan simumu dan memeriksa tekanan darahnya. Halus benarterasa tangan perawat itu terasa beda dengan tangan kasar emaknya yang penuhkapal dari kebiasaan angkat karung di pasar." Tetapi saya bosan di sini ! " kata simumu sambil memandangi gadis ini darisamping, manis juga gadis semarang yang baru lulusAkper setengah tahun yang lalu ini." Khan ada saudaranya yang menemani ? "" Pulang ! "" Jadi sendirian ? nggak ada yang nungguin ? kasihan !!! " katanya bercanda,setelah itu perawat itu memeriksa suhu di leher simumudengan menggunakan balik telapak tangannya, sekali lagi dirasakan halus benarbenar tangan perempuan muda ini terasa, sambilmerapikan dan merapatkan selimut. Seandainya..... ya seandanyanya saja....!!" ya sudah nanti saya bilangi ke dokternya ya kalo boleh ya silahkan, kalotidak, saya juga tidak solat Ied ! " Suster itu pergi,meninggalkan si mumu sendirian di Ruang 305, kesepian benar-benar sendiri,bahkan pasien lainpun tidak ada. Yang ada pasien ruangsebelah, tempat beberapa orang Irian yang di tembak kakinya oleh tentara, itusaja.Hujan rintik-rintik yang belum reda dari tadi siang mengiringi Si mumu menunggupagi, jam 12 malam lebih lima saat ini.Esok hari, HAri RAya Idul Fitri, Simumu berangkat sendirian ke Istiqlal.Lebaran Tahun Kelima 2000 akhirAlhamdulillah Lancar dan bisa pulang kampung berkumpul dengan delapansaudaranya, tapi tak urung ada sebuah pertanyaan yang dibawapulang ke Jakarta, "Ada yang salah dalam diri saya !!" begitu katanya" Ada cerita yg kurang !!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar