Kegiatan bulan Mei dibuka dengan perayaan MayDay...
Berjalan menyusuri Sudirman-Thamrin. Diantara gedung-gedung tinggi menjulang, dan jalan aspal yang halus yang membentang rata. Bersama ribuan orang Berseragam merah-merah, biru-biru dan kuning-kuning dan juga hitam, kita dan mereka berbaris berbanjar mememenuhi jalan kota, berjalan berramai-ramai menuju Istana.
Panji-panji ditegakkan. Suara-suara dilantangkan. Menyampaikan sebuah tuntutan akan sebuah perbaikan hidupa yang lebih baik.
Hari ini Mereka memperingati suatu hari di tahun 1886, ketika tuntutan akan perbaikan kehidupan yang lebih layak di Amerika Serikat disambut dengan berondongan senjata api dan ratusan orang tewas. 1 May saat itu dan kemudian hari itu di kenang sebagai MayDay satu hari dimana kaum buruh, pekerja menyatakan diri keberadaan mereka dengan tuntutan akan berbaikan nasib mereka yang lebih baik.
Memang sebuah kenyataan yang tidak terbantahkan, perjuangan Menyuapi mulut yang selalu menganga adalah sebuah perjuangan yang tidak pernah ada habisnya. Sebelum akhirnya tanah yang akan memakan habis tubuh mereka.
Panji-panji ditegakkan. Suara-suara dilantangkan. Menyampaikan sebuah tuntutan akan sebuah perbaikan hidupa yang lebih baik.
Hari ini Mereka memperingati suatu hari di tahun 1886, ketika tuntutan akan perbaikan kehidupan yang lebih layak di Amerika Serikat disambut dengan berondongan senjata api dan ratusan orang tewas. 1 May saat itu dan kemudian hari itu di kenang sebagai MayDay satu hari dimana kaum buruh, pekerja menyatakan diri keberadaan mereka dengan tuntutan akan berbaikan nasib mereka yang lebih baik.
Memang sebuah kenyataan yang tidak terbantahkan, perjuangan Menyuapi mulut yang selalu menganga adalah sebuah perjuangan yang tidak pernah ada habisnya. Sebelum akhirnya tanah yang akan memakan habis tubuh mereka.
Mereka turun ke Jalan,
Mereka Melantangkan,
Akan sebuah kehidupan yang lebih baik...
Tapi apakah cukup hanya sampai segitu ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar