.jpg)
Dengar pendapat antara SEKAR Telkom dan BRTI, kemarin berlangsung di tempat Dirjen Parpostel yang juga ketua BRTI, Basuki Iskandar, Medan Merdeka Barat.
Suasana berlangsung meriah dengan dihadiri 2 kubu yang saling berseteru yakni BRTI sebagai pengatur regulator dari pemerintah dengan tim-nya yang hadir saat itu, seperti pak basuki sendiri, Heri Nugroho, Heru Sutadi, Bu Koesmariati Sugondo ( dulu Dirut Telkomsel ), Bambang , Kamilov Sagala ( cukup lengkaplah) dan beberapa orang yang aku lupa namanya karena gak pernah buka suara.
Sedangkan SEKAR terdiri dari segerombolan orang dari berbagai daerah baik itu tingkat DPP bandung seperti Bambang Budiono, Wisnu AW, Amir F, IPung, Nuryadin Salam (makasar), Budi Pras ( Surabaya), Dedi dari Balik papan, didukung oleh anggota tim dari seluruh Indonesia terutama jakarta.
Pokoknya seru banget... yang jelas dari Telkom keberatan Jika aturan di kode akses di terapkan apalagi dengan hanya kompensasi 478 M seperti yang dirilis di media2. TEtapi hal ini dibantah oleh Heri Nugroho, bahwa BRTI telah memberikan hal yang lebih kepada Telkom, bukan hanya uang saja, tetapi frekuensi radio berapa Hz, yang akhirnya di berikan kepada Telkomsel dan akses SLI 007 utk bersaing dengan Indosat.
Sementara Nuryadin salam, menyampaikan argumen dari sisi Customer based, dimana Telkom sebagai Incumbent telah bertahun-tahun membangun dasar pelanggan dengan "berdarah-darah" aplagi untuk daerah di Luar jawa, sementara kompetitor hanya langsung memanfaatkan customer based itu hanya dengan membangun jaringan antar kota kalau perlu dan setelah itu menggunakan layanan SLJJ, uenak sekali.
Bahwa Telkom tidak atakut bersaing dan bukan anti kompetisi, tetapi jangan membunuh Telkom dengan regulasi yang mencekik Telkom. kalau kompetisi dan akhirnya tidak sanggup dan mati ya itu salah Telkom, tetapi kalau dengan regulasi dan akhirnya Telkom tidak bisa bergerak apa-apa, maka kami akan melawan.
Pokoknya masih banyak dech ... sampai aku sendiri lupa apa aja yang dibicarakan karena aku juga ngantuk dan pingin kencinggggg.........
Suasana berlangsung meriah dengan dihadiri 2 kubu yang saling berseteru yakni BRTI sebagai pengatur regulator dari pemerintah dengan tim-nya yang hadir saat itu, seperti pak basuki sendiri, Heri Nugroho, Heru Sutadi, Bu Koesmariati Sugondo ( dulu Dirut Telkomsel ), Bambang , Kamilov Sagala ( cukup lengkaplah) dan beberapa orang yang aku lupa namanya karena gak pernah buka suara.
Sedangkan SEKAR terdiri dari segerombolan orang dari berbagai daerah baik itu tingkat DPP bandung seperti Bambang Budiono, Wisnu AW, Amir F, IPung, Nuryadin Salam (makasar), Budi Pras ( Surabaya), Dedi dari Balik papan, didukung oleh anggota tim dari seluruh Indonesia terutama jakarta.
Pokoknya seru banget... yang jelas dari Telkom keberatan Jika aturan di kode akses di terapkan apalagi dengan hanya kompensasi 478 M seperti yang dirilis di media2. TEtapi hal ini dibantah oleh Heri Nugroho, bahwa BRTI telah memberikan hal yang lebih kepada Telkom, bukan hanya uang saja, tetapi frekuensi radio berapa Hz, yang akhirnya di berikan kepada Telkomsel dan akses SLI 007 utk bersaing dengan Indosat.
Sementara Nuryadin salam, menyampaikan argumen dari sisi Customer based, dimana Telkom sebagai Incumbent telah bertahun-tahun membangun dasar pelanggan dengan "berdarah-darah" aplagi untuk daerah di Luar jawa, sementara kompetitor hanya langsung memanfaatkan customer based itu hanya dengan membangun jaringan antar kota kalau perlu dan setelah itu menggunakan layanan SLJJ, uenak sekali.
Bahwa Telkom tidak atakut bersaing dan bukan anti kompetisi, tetapi jangan membunuh Telkom dengan regulasi yang mencekik Telkom. kalau kompetisi dan akhirnya tidak sanggup dan mati ya itu salah Telkom, tetapi kalau dengan regulasi dan akhirnya Telkom tidak bisa bergerak apa-apa, maka kami akan melawan.
Pokoknya masih banyak dech ... sampai aku sendiri lupa apa aja yang dibicarakan karena aku juga ngantuk dan pingin kencinggggg.........
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar