Social Mechanized
“ Allah Akbar Allahu Akbar !! “ adzan subuh mengumandang dari masjid samping rumah, merupakan tanda yang berarti umat islam yang soleh dan taat harus segera bangkit dari tidur, dan menghadapkan diri pada Tuhannya dengan ketulusan. Sebuah penyerahan pagi ini dimulai dengan pengingatan adanya Tuhan. Tetapi seperti biasa juga, di daerah orang-orang pinter ini, sholat subuh hanya diisi oleh beberapa gelintir mahasiswa, yang lainnya adalah orang tua penduduk setempat
Namun bagiku adzan subuh ini malah kuanggap mirip seperti suara terompet Fanfare pertanda jam malam sudah selesai, dalam asrama di barak siswa pendidikan militer, yang harus segera, mau tak mau, berbenah diri memenuhi kewajiban-kewajiban pagi ini dalam aturan sang waktu.
Malam terasa cepat benar, berlalu, belum juga sempat aku bermimpi bahkan aku sudah melupakan apakah aku tadi bermimpi atau tidak. Dan kini aku sudah dituntut oleh kesiapsiagaan bahwa aku harus segera bersiap sebagai seorang pekerja yang harus mematuhi segala hal yang berlaku termasuk jam berapa paling tidak aku sudah harus menginjakkan kakiku ke halaman kantor (atau yang lain) jam berapa harus memasukkan kertas kaku ke mesin waktu untuk di stempel jam berapa kedatangannya. Kalau tidak maka insentif bulan ini akan berkurang,………. hmmmm. Selain itu jam subuh ini pula yang telah merubah diriku dari diri sesungguhnya, ya sesungguhnya, karena ketika aku tidur aku benar-benar tidak tahu siapa diriku, dan kini aku harus merubah diriku menjadi seorang pekerja yang harus patuh terhadap segala aturan, sekrup bagi sebuah perusahaan besar, untuk kemudian jam lima nanti aku segera bermetamorfosis lagi menjadi seorang mahasiswa yang dengan tekun berjejer duduk dalam deretan rapi kursi kelas kuliah sambil menggariskan tatanan baku dan lurus yang harus tergaris dalam kehidupan ini. Dan ajaib dan sungguh ajaib tiba-tiba saja garis lurus yang tergambar dalam pikiran itu, berubah menjadi garis dengan sudut sangat tumpul di balik meja kerja, aku tetap tidak berdaya dan tidak mampu berbuat apa-apa.
Jam 5 pagi kurang seperempat sekarang, ada 45 menit kesempatan untuk aku pergi mandi dan seperangkatnya, memanaskan air dan membuat secangkir plastik teh manis, dan menghabiskan sepotong sisa martabak semalam. Jangan bertanya tentang sarapan, selain tidak sempat, yang jelas tidak ada yang membuatkan. sebelum sampai setengah 6 dan aku harus segera angkat kaki menuju terminal, untuk mendapatkan tempat duduk di sisi dalam bis Patas AC 82 Depok-Tanjung Priok. Untung-untung dekat dengan si mbAk yang manis, walaupun duduk saling diam tetapi terasa menyenangkan, dan tetapi jika bersanding dengan bapak-bapak, ya sudah…tidur dilanjutkan. Itu-itu saja terus tiap pagi, ketemu itu-itu juga terus tiap pagi. Social mechanized !, bahkan aku bisa memperkirakan, ketemu si Manis yang mana, dan aku harus berangkat jam berapa !!
Untuk selanjutnya aku berkumpul dengan bapak-bapak dan ibu-ibu, tetapi aku tidak bisa membedakan apakah di sini bermain ataukah bekerja. Aku juga tidak paham benar disini tempat kumpulan orang bekerja bersama ataukah menganggap disini adalah Playgroup untuk orang dewasa. Yang jelas adzan ashar mengingatkan semuanya sebentar lagi waktu pulang tiba, sholat dulu baru beres-beres meja sambil menunggu kalau-kalau ada tugas tambahan, memperpanjang jam dinas kerja. Kalau tidak, berarti dibawah jembatan penyeberangan, angkutan DEPAG menunggu sudah. Persis seperti kemarin, penumpangnya adalah itu-itu juga. Bapak itu, ibu itu, mBak itu dan aku itu……..( Ehhh mBak yang itu namanya siapa ya ? aku walaupun tiap hari bertemu juga, tidak mengenal siapa ). Tetapi yang jelas adzan Maghrib kurang lebih, atau paling telat adzan Isya’, kunci pintu rumahku sudah kubuka dan lampu aku nyalakan sendiri ( siapa lagi ? ). Prosesi hari ini diakhiri dengan saling berhaha-hihi, Bapak dengan Ibu dengan anak-anaknya, sedang aku cukup dengan kawan-kawan saja. Sebelum lampu dimatikan.
Besok ? Begitu setiap hari !. Serasa arti sejarah diri ini diisi oleh tidur malam Senin dan Bangun Sabtu pagi. Lembaran-lembaran kehidupan yang nyaaaaaris mirip photocopy-an hari-hari kemarin……… ( mumu haydar )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar