Selasa, 02 Oktober 2007

Berbuka Bersama orang Syiah.



Kemarin sore ikut buka puasa bareng di yayasan ICC Al-Huda di Warung Buncit tidak jauh dari Republika, di depan Halte Busway Pejaten persisnya.
Setelah ceramah oleh seorang Ayatollah dari Iran, Ayatollah Syaikh Jakfar Hadi, kita berbuka puasa.
Di pengajian Syiah, buka puasanya tidak pas persisi ketika adzan maghrib sebagaimana orang Suni berpuasa. Ketika Adzan maghrib masih berkumandang di Masjid yg tidak jauh dari Yayasan, ceramah masih berlangsung. sehingga kira2 15 menit setelah adzan maghrib cermah selesai dan sebagian jamaah keluar utk mengambil takjil buka, berupa kolak. tetapi sebagian lagi masih di dalam aula. Di kalangan Syiah memang dianjurkan untuk sholat maghrib dulu baru kemudian berbuka puasa.
Adzan magrib berkumndang ( yg agak berbeda dgn adzannya orang Suni ) dan sholat magrib pun tiba. Setelah sholat magrib di lanjutkan dengan sholat Isya berjamaah. jangan salah duga, kalau menganggap kita sebagai musafir... di fikih Syiah waktu sholat Isya itu hanya beberapa menit setelah sholat maghrib. dan sholat Asar hanya beberapa menit setelah sholat Dhuhur, jadi tidak heran jika kebanyakan sholat-nya orang Syiah seperti sholatnya orang yg sedang bepergian (di jamak) padahal tidak begitu. karena masalah waktu sholat saja. Afdolnya sholat Isya memang seperti waktu sholat isya utk orang Suni, begitu juga dengan sholat Asar.
baru setelah sholat Isya kita berbuka puasa bersama, jadi kalau dihitung-2 kalau Adzan Magrib pkl 17.50 menit maka buka puasa bersama orang Syiah pkl 18.30 waktu jakarta.
Ada Pengalaman lucu ketika Ayatollah baru datang minggu yang lalu, karena yg datang lebih banyak dari perkiraan maka menu berbuka pun kurang. Ada 3 bagian makan untuk makan besar yakni Nasi, Lauk dan Lalap. karena pembagian yang tidak terkoordinir rappi maka ada sekelompok orang yang mendapat nasi saja, ada yang mendapat lauk saja dan ada yang mendapat Lalapan saja.
Nah Aku yg kebetulan mendapatkan lalapan saja. dan lalapannya terdiri dari Keju dari Iran, Lalapan Entah dari daun apa, dan 2 potong korma. Alhasil ketika di kumpulkan lalapan itu lebih mirip dari rumput untuk makanan kambing dari pada lalapan untuk berbuka.
Tetapi tidak apa-2 lain ladang lain rumputnya. lain lubuk lain ikannya. setiap tempat memiliki cir khas masing2 yg tidak ada pada tempat yg lain.

Tidak ada komentar: